Minggu, 26 Desember 2010

sepedah atau busway

JAKARTA- kota Jakarta adalah tempat berkumpulnya seluruh orang indonesia dari sabang sampai marauke dan bahkan seluruh dunia. kota Jakarta ini adalah kota kecil yang dipilih sebagai pusat pemerintahan dan Ibu kota.

hampir berapa orang perharinya yang datang ke jakarta? hampir berapa bayi yang lahir perharinya? hampir berapa bangunan perharinya yang dibangun di jakarta?hampir berapa mobil perharinya bertambah dijakarta?hampir berapa motor perharinya bertambah dijakarta.

hampir 8,8 juta orang tinggal dijakarta pertahunnya. orang orang kami adalah orang orang yang paling produktif, hampir setiap bulan barang barang gadjet, transportasi, alat alat kebutuhan lainnya berubah setiap bulannya dan selalu ada yang baru.

tidak asing bagi kami (penduduk jakarta) untuk mengenal macet. macet bukan lagi alasan, macet adalah gaya hidup kami. beratus ratus mobil dan motor memadati ibu kota setiap harinya, dan berpuluh puluh kasus kecelekaan setiap bulannya.

jika para penduduk merapi merasakan asap merapi yang mengandung bahan bahan berbahaya itu dalam waktu kurang lebih 2 minggu, sehingga harus menggunakan masker untuk keamanan pernafasan, tapi kami, setiap hari kami pasti menghirup racun, asap dimana dimana, polusi menggebu-gebu setiap jamnya.

pemda jakarta hanya mengeluarkan solusi transportasi yang tujuannya mengurangi penggunaan transportasi pribadi di jakarta. tapi ternyata itu kurang berpengaruh, besarnya keegoisan kami, demi kenyamanan pribadi lebih baik menggunakan kendaraan pribadi.

pemda mungkin sudah mmempunyai solusi transportasi bahkan akan ada kereta bawah tanah nanti, tapi buat apa itu dibuat jika tidak mengurangi kemacetan? kemacetan itu terjadi karena jumlah penggunaan kendaraan pribadi yang tidak berkurang, pemborosan bahan bakar terjadi karena jumlah kendaraan pribadi yang tidak berkurang, polusi bertambah karena jumlah kendaraan pribadi yang tidak juga berkurang.

kata ayah saya, andaikan ada peraturan mengenai plat kendaraan ganjil atau genap. contohnya, setiap hari senin kendaraan yang dibolehkan hanya yang berplat ganjil. cukup efektif bukan? 3 in one bukan lagi solusi, karena tetap saja tidak mengurangi macet.

tapi hari ini, sepedah adalah zamannya. jika ada aturan car free day setiap 2 minggu sekali, seandainya ada lagi aturan pada hari tertentu di jakarta hanya boleh menggunakan sepedah atau busway.



bayangkan betapa lenggangnya jalanan ibu kota nanti, berapa banyak persen polusi yang berkurang di jakarta, dan betapa tertib dan sehatnya kami nanti. jakarta masih perlu banyak penghijauan, berapa banyak bangunan yang tidak terpakai di jakarta lalu didiamkan menua tanpa fungsi apapun. bagaimana jika bangunan bangunan itu dijadikan tempat parkir + penghijauan. jika mungkin sistem itu ada, kami dapat menitipkan kendaraan kami disitu, dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, lalu pergi ketujuan masing masing menggunakan fasilitas yang sudah disediakan.